Habibi Restaurant Puncak/Rindu Aden: Welcome to Habibi Restaurant / Rindu Aden
"HABIB...: Welcome to Habibi Restaurant / Rindu Aden "HABIBI means "My Love"... A place where we’re certain that you’ll find our comfortable a...
Selasa, 13 September 2011
Minggu, 11 September 2011
news
Metrotvnews.com, Bogor: Situasi lalu lintas di sekitar Puncak, Bogor, Jawa Barat, Ahad (11/9) pagi, relatif ramai lancar. Pagi ini sudah diberlakukan sistem satu jalur dari arah Jakarta menuju Puncak.
Pemantauan kamera National Traffic Management Center (NTMC), arus kendaraan dari arah Jakarta maupun Ciawi yang menuju Puncak terlihat cukup padat di kawasan Gadog. Namun tidak terjadi kemacetan berarti. Sebaliknya arus kendaraan dari arah Puncak, relatif lengang.
Sementara itu, situasi lalu lintas di dalam kota Jakarta. Secara umum arus kendaraan ramai lancar. Di Jalan Sudirman dan sekitar Bundaran Hotel Indonesia kini sedang digelar car free day.(DSY)
Pemantauan kamera National Traffic Management Center (NTMC), arus kendaraan dari arah Jakarta maupun Ciawi yang menuju Puncak terlihat cukup padat di kawasan Gadog. Namun tidak terjadi kemacetan berarti. Sebaliknya arus kendaraan dari arah Puncak, relatif lengang.
Sementara itu, situasi lalu lintas di dalam kota Jakarta. Secara umum arus kendaraan ramai lancar. Di Jalan Sudirman dan sekitar Bundaran Hotel Indonesia kini sedang digelar car free day.(DSY)
Sabtu, 10 September 2011
Habibi Restaurant Puncak/Rindu Aden: Welcome to Habibi Restaurant / Rindu Aden "HABIB...
Habibi Restaurant Puncak/Rindu Aden: Welcome to Habibi Restaurant / Rindu Aden
"HABIB...: Welcome to Habibi Restaurant / Rindu Aden "HABIBI means "My Love"... A place where we’re certain that you’ll find our comfortable a...
"HABIB...: Welcome to Habibi Restaurant / Rindu Aden "HABIBI means "My Love"... A place where we’re certain that you’ll find our comfortable a...
Habibi Restaurant/Rindu Aden adalah restoran pertama di daerah jalan raya puncak yang menghidangkan aneka makanan dan minuman khas timur tengah dan lokal,
Restoran kami juga menyediakan layanan Money Changer dan Siaran Al-Jazeera News..
NEWS ARTICEL
Turis Datang, Warga Senang
Musim berlibur turis asal Timur Tengah ke kawasan Puncak, tepatnya ke daerah Warung Kaleng, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten membawa berkah bagi masyarakat sekitar. Mulai dari pemilik villa hingga tukang masak atau yang sering disebut hadamah, ikut kecipratan rezeki dari para turis tersebut.
Seorang juru masak, bisa dibayar hingga Rp 100.000 per hari untuk melayani keperluan makan para turis itu. Rezeki melimpah dari para turis Timur Tengah bisa mereka peroleh selama mulai Mei-Juli ini.
Di kawasan Desa Tugu Utara, sedikitnya terdapat 80 hadamah yang memiliki keahlian mengolah masakan Timur Tengah. Mereka bernaung dalam suatu komunitas di bawah Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar).”Semua komunitas disini, dibawa naungan Kompepar,” ujar M Teguh Maulana Ketua Forum Komunikasi Kompepar Kabupaten Bogor.
Teguh mengakui, kehadiran turis asal Timur Tengah ke wilayah Puncak memberikan pengaruh positif bagi warga sekitar. Salah satunya adanya pemasukan bagi warga setempat di profesinya masing-masing. Teguh mencontohkan, pemasukan bagi pemilik villa, pengusaha rental mobil, tukang ojek, minimarket, termasuk tukang masak atau hadamah.
“Tukang ojek dan tukang penyewaan organ tunggal juga kecipratan rezeki dari kehadiran turis asing itu,” katanya
Namun demikian, meski memberikan dampak positif, sinyalemen negatif dengana kehadiran turis Timur Tengah juga tidak bisa dihindari. Fenomena adanya praktik kawin kontrak yang dilakukan orang Arab dengan warga pribumi kerap dihembuskan untuk memberikan kesan negatif bagi wilayah Puncak. “Orang ribut-ribut soal kawin kontrak, tapi sejauh ini sulit membuktikan praktik tersebut,” katanya.
Teguh mengatakan, terlepas dari pro kontra soal kawin kontrak yang banyak diperdebatkan selama ini, pihaknya sebagai Ketua Kompepar Kabupaten Bogor tetap berusaha mengangkat citra positif dengan kehadiran turis Timur Tengah itu. “Prekonomian masyarakat disini terbantu dengan kehadiran turis Timur Tengah itu,” tukasnya.
Hadirnya turis Timur Tengah untuk berlibur mulai Mei-Juli mendatang selama ini dikenal di masyarakat dengan sebutan ‘Musim Arab’. Tengok saja daerah Warung Kaleng yang berlokasi di Jalan Raya Puncak, tepatnya di Desa Tugu Utara, Kecamatan Bogor, Kabupaten Bogor. Saat melintas daerah itu, pemandangan lokasi itu sangat berbeda dengan tempat lain. Sepanjang kiri dan kanan jalan, berjejer kios dengan plang menggunakan bahasa Arab. Mulai dari mimimarket, rumah makan, konter pulsa hingga tempat penukaran uang asing dan agent travel perjalana.
Pantauan Warta Kota, tanda-tanda sudah memasuki musim Arab yakni banyaknya kendaraan pribadi yang mangkal di tanah lapang pinggir jalan Kampung Warung Kaleng. Tak hanya itu, aktifitas wisman Arab juga cukup mencolok.
Jika turis Arab berkunjung ke Puncak, bisa menghabiskan uang hingga ratusan juta rupiah selama liburan di Puncak. Untuk keperluan sehari-hari seperti berbelanja dan makan, mereka bisa menghabiskan uang antara Rp 3-5 juta per hari. "Mereka biasanya datang secara berkelompok," ujar Risman salah seorang pedagang rokok dikawasan Kampung Sampay. (http://www.wartakota.co.id/detil/berita/50926/Turis-Datang-Warga-Senang)
Rabu, 07 September 2011
Langganan:
Komentar (Atom)